Iklan Investor Pialang
Jumat, 20 April 2018 | 17:34 WIB

Binjai Kembangkan "Jambu Madu"

Senin, 29 Oktober 2012 / potensi daerah / antara

OTDA, Binjai - Pemerintah kota Binjai Sumatera Utara, kini terus mengembangkan tanaman "jambu madu", untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

"Kita sedang kembangkan penangkaran jambu madu secara besar-besaran, untuk dikembangkan nantinya oleh masyarakat," kata Walikota Binjai Muhammad Idaham di Binjai, Senin.

Dikatakannya saat ini sedang dibuat kebun percontohan dengan menanam 500 batang jambu bibit jambu madu.

Nantinya bibit-bibit jambu madu ini akan kita perbanyak lagi, sehingga ketika disebar kepada masyarakat mereka minimal mendapat 10 - 20 batang per kepala keluarga.

Jambu madu ini sangat lezat cita rasanya, warnanya ada hijau dan merah, bila dipasarkan harganya mencapai Rp 33.000 per kilogramnya.

Rencananya dari pengembangan jambu madu tersebut, Pemkot Binjai akan mengelolanya secara prpfesional yaitu dengan mengemas buah jambu madu tersebut, baru dipasarkan ke berbagai tempat.

Seperti swalayan, mall, maupun untuk tujuan ekpor seperti ke Singapura dan Malaysia.

"Kita juga sedang menjajaki kerjasama perdangan dengan kedua negara tersebut, dan rencananya jambu madu ini juga akan ikut kita pamerkan dalam pegelaran Penang Fair," ujar Idaham.

Idham menjelaskan bahwa komitmennya untuk terus mengangkat ekonomi kerakyatan warga Binjai terutama yang berorentasi kepada ekpor seperti rambutan brahrang.

Malah untuk pengembangan jambu madu ini, Kementerian Pertanian juga sudah memesan bibittnya pada Pemkot Binjai.

Ada sekitar 10.000 batang bibit jambu madu ini, yang dipesan ke berbagai penangkaran bibit jambu madu yang ada di Binjai, dan siap untuk dikirimkan.

"Terobosan yang dilakukan pihaknya ini, mudah-mudahan akan memberikan dampak besar bagi masyarakat kota Binjai, karena nilai jual jambu madu ini yang sangat menggiurkan, dan akan memberikan gairah bagi pemberdayaan ekonomi warga,"katanya. (Antara)

Dibaca : 2265 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER