go green
Jumat, 19 Desember 2014 | 03:57 WIB

Produksi Jamur Merang Petani Bantul Turun

Rabu, 20 Nopember 2012 / lintas daerah / antara

OTDANEWS.COM, Bantul - Produksi jamur merang kelompok tani di Desa Argorejo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama musim kemarau tahun ini turun sekitar 15 sampai 20 persen dari produksi sebelumnya.

"Produksi jamur merang sejak September sampai November ini turun dari sebelumnya rata-rata 100 sampai 120 kilogram per hari menjadi 80 hingga 100 kilogram per hari," kata Ketua kelompok tani pembudidaya jamur merang "Lestari Makmur" Sumarjan di Bantul, Selasa.

Menurut dia, penurunan produksi jamur merang dikarenakan musim kemarau panjang sehingga kelembaban udara kurang dan mengakibatkan jamur merang tidak berbuah maksimal.

"Budi daya jamur merang sangat bergantung cuaca, kalau cuaca panas, produksi rendah, namun saat musim hujan produksi tinggi. Mudah-mudahan Desember nanti produksi naik," katanya.

Ia mengatakan, memasuki musim hujan ini pihaknya mengaku produksi jamur merang sudah mengalami peningkatan, akan tetapi belum maksimal."Ini sudah mulai naik, rata-rata per hari sudah 100 kilogram per hari," katanya.

Menurut dia, karena produksi jamur merang turun, pihaknya membatasi permintaan dari pedagang agar dapat memenuhi semua kebutuhan pedagang yang sudah terikat kontrak.

"Untuk pedagang kami bagi rata, karena tiap hari ada yang kesini, kami ada delapan pedagang yang rutin mengambil dan kemudian di jual ke pasar Gamping dan Godean (Sleman) dan pasar Giwangan (Yogyakarta)," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya menjual jamur merang ke pedagang sebesar Rp20.000 per kilogram, harga tersebut mengalami kenaikan dibanding beberapa pekan lalu yang masih sebesar Rp18.000 per kilogram.

"Kenaikan harga sudah ada kesepatakan petani se DIY, karena menyesuaikan dengan bahan baku naik, ini kaitannya karena permintaan pasar semakin besar," katanya.

Menurut dia, selain membudi dayakan jamur merang, kelompok yang beranggotakan sebanyak 20 orang ini juga mengelola pertanian lainnya seperti padi, sayur dan buah-buahan di sekitar areal setempat sebagai sentra pertanian terpadu.

"Jadi kelompok bisa terus bekerja sepanjang musim, karena konsentrasi kami tidak hanya jamur merang, namun juga pertanian lainnya, bahkan seperti pepaya dan pisang kami cukup dikenal sehingga mudah terserap pasar," katanya. (ANTARA)

Dibaca : 764 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER